BERDASARKAN hasil Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) PERCASI Ke-37/2014 di Makassar, tuan rumah Kejurnas Catur Ke-45/2015 seharusnya Pengurus Provinsi (Pengprov) PERCASI Maluku dengan pilihan kota Ambon. Namun pada tanggal 17 Maret 2015 Pengprov PERCASI Maluku melayangkan surat ke PB PERCASI dan menyatakan bahwa mereka tidak siap untuk menjadi tuan rumah Kejurnas Catur dan Rakernas PERCASI tahun 2015 ini. PB PERCASI segera mencari alternatif tuan rumah pengganti ke beberapa Pengprov PERCASI dalam beberapa bulan belakangan, tapi karena di tahun 2015 ini bersamaan dengan pelaksanaan babak kualifikasi PON (pra PON) di lima wilayah untuk kelompok putra dan secara nasional untuk kelompok putri, maka tak satu pun Pengprov PERCASI yang siap menjadi tuan rumah Kejurnas Catur Ke-45/2015. Karena itulah PB PERCASI "terpaksa" mengambil-alih pelaksanaan Kejurnas Catur Ke-45/2015 dengan niat dan semboyan: "Kejurnas Catur Harus Kembali Pada Kualitas Hasilnya - Bukan Kuantitas Pesertanya!"
18 September 2015
02 September 2015
Sekilas Theodora Paulina Walukow Juara Dunia Catur Pelajar Putri U11
Dengan prestasinya sebagai Juara Dunia Catur Pelajar Putri U11, Theodora Paulina Walukow merupakan salah satu atlet berprestasi yang mendapat undangan dari Presiden Joko Widodo pada perayaan HUT RI ke-70 yang dilangsungkan di Istana Bogor tanggal 18 Agustus 2015.

Theodora Paulina Walukow lahir pada tanggal 1 Agustus 2004 di Jakarta. Prestasinya di cabang olahraga Catur mulai tertoreh ketika siswi kelas 5 SD St. Fransiskus 3 Jakarta Timur ini berhasil menjuarai O2SN Tingkat SD Tahun 2014 di nomor catur standar perorangan putri.
Karena prestasinya itu, Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI) mengikutsertakan Theodora dan 8 pecatur pelajar lainnya pada Kejuaraan Dunia Catur Pelajar (World Schools Chess Championships) di Juiz de Fora, Brasil pada tanggal 26 November s/d 4 Desember 2014. Hasilnya cukup mengejutkan, para pelajar Indonesia berhasil membawa pulang 4 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.
Karena prestasinya itu, Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI) mengikutsertakan Theodora dan 8 pecatur pelajar lainnya pada Kejuaraan Dunia Catur Pelajar (World Schools Chess Championships) di Juiz de Fora, Brasil pada tanggal 26 November s/d 4 Desember 2014. Hasilnya cukup mengejutkan, para pelajar Indonesia berhasil membawa pulang 4 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.
26 April 2015
LIVE GAMES Exhibition Match Garry Kasparov vs Nigel Short
LEGENDA Catur Dunia GM Garry Kasparov bertanding ekshibisi dengan GM Nigel Short pada tanggal 25-26 April 2015 di kota Saint Louis yang merupakan “Ibukota Catur” Amerika Serikat. Keduanya akan bertanding Catur Cepat 2 babak dan Catur Kilat 8 babak di Chess Club Dan Pusat Scholastic Saint Louis (CCSCSL), merupakan “reka ulang” atau nostalgia Kejuaraan Dunia Catur Tahun 1993.
Garry Kasparov yang sekitar setahun lalu datang ke Indonesia dalam kampanyenya sebagai salah seorang kandidat Presiden Federasi Catur Internasional (FIDE), merupakan salah seorang pecatur terbesar sepanjang masa. Dia merupakan mantan Juara Dunia Catur yang memegang rekor sebagai pecatur nomor satu dunia dengan ELO Rating tertinggi dalam kurun waktu yang cukup lama, dari tahun 1985 hingga pensiun pada tahun 2005.
23 April 2015
JAPFA GRANDMASTER TOURNAMENT 2015 - KLASEMEN AKHIR dan CLOSING CEREMONY
ACARA penutupan JAPFA Grandmaster Tournament berlangsung tanggal 22 April 2015 mulai pukul 16.30 WIB di Ruang Dieng Hotel Kartika Chandra Jakarta. Hasil yang dicapai pecatur-pecatur Indonesia sangat menggembirakan di turnamen ini, selain tampilnya IM Sean Winshand Cuhendi sebagai Juara dan memperoleh Norma Grandmaster (GM)nya yang pertama (tentu saja selain piala, bingkisan dan uang tunai 2.000 USD atau sekitar Rp 25 juta), juga WGM Medina Warda Aulia memperoleh Norma International Master Putra (IM)nya yang ke-dua meskipun berakhir di peringkat ke-8 (selain hadiah uang Rp 5 juta), dan pecatur Indonesia lainnya memperoleh kenaikan ELO Rating kecuali IM Tirta Chandra Purnama yang malah terpotong ELO Ratingnya 21 poin karena berada di posisi juru kunci, meskipun Tirta masih mendapat hadiah uang “jajan” sekitar Rp 4, 250 juta setara dengan yang diperoleh peringkat ke-11 IM Alina L’Ami dari Rumania (baca: "kelakuan" menarik dan lucu Alina L’Ami di JAPFA GM Tournament 2015) dan IM Sophie Milliet dari Perancis (yang menurut teman-teman wartawan adalah peserta tercantik di turnamen ini – padahal cantik kan relatif) yang berada di peringkat ke-10.
Urutan pada foto di atas (dari paling kiri sang Juara Sean Winshand Cuhendi sampai paling kanan sang juru kunci Tirta Chandra Purnama) sesuai dengan urutan Klasemen Akhir berikut:
22 April 2015
LIVE GAMES JAPFA GM TOURNAMENT ROUND 11 FINAL (22 April 2015 mulai jam 10.00 WIB)
SAMPAI babak ke-10 yang dipertandingkan semalam 21 April 2015, salah seorang pecatur Indonesia mencetak prestasi yang menggembirakan, yaitu IM Sean Winshand Cuhendi (ELO 2428, usia 18 tahun). Untuk sementara menjelang babak ke-11 final yang dipertandingkan hari ini, dia memimpin klasemen sementara dengan raihan poin 7, ditempel ketat oleh Grandmaster Nguyen Anh Dung dari Vietnam di peringkat ke-2. Dengan pencapaiannya itu, Sean Winshand sudah berhak memperoleh Norma Grandmaster! (Untuk menyandang gelar Grandmaster penuh, selanjutnya Sean Winshand harus meningkatkan ELO Ratingnya hingga mencapai 2500). Bila dia berhasil menjuarai JAPFA Grandmaster Tournament 2015 ini, maka ELO Ratingnya dipastikan akan bertambah sekitar 30 poin. Kita doakan semoga Sean Winshand tampil bagus di babak terakhir, meskipun harus berhadapan dengan rekan senegaranya Woman Grandmaster (WGM) Ke-2 Indonesia Medina Warda Aulia.
21 April 2015
LIVE GAMES JAPFA GM TOURNAMENT ROUND 10 (21 April 2015 mulai jam 16.30 WIB)
YANG menarik dan lucu dari "kelakuan" pecatur luar negeri saat bertanding adalah Alina L'Ami, sekali-sekali dia menjepretkan tustelnya ke sekitar ruang pertandingan dan ke pemain-pemain yang lain. Maklum, karena dia salah seorang kontributor di media catur online yang bisa dikatakan terbesar saat ini di dunia yaitu Chessbase. Gaung pertandingan ini sudah terbantu tersebar hingga mancanegara. Hanya saja, ada peraturan FIDE yang melarang setiap pemain membawa perlengkapan elektronik ke ruang pertandingan. Bila peraturan ini ditegakkan, mestinya tustel Alina disita wasit sampai usai semua pertandingan Japfa GM Tournament 2015 besok 22 April 2015. Sepertinya para wasit yang bertugas kesulitan menentukan sikap pada pecatur manis dari Rumania ini, seperti kita ketika dihadapkan pada pilihan menentukan sikap pada seseorang yang sudah "membantu" atau "menolong" kita - tapi dengan "sedikit" melanggar peraturan. Masa orang yang membantu publikasi kita tegur? Dengan kelakuannya yang lucu dan menarik itu, sampai akhir babak ke-9 Alina L'Ami berada di posisi ke-11 dari 12 pemain (komentar dia juga lucu tentang posisinya yang nomor 2 dari bawah itu: "Syukurlah, mudah-mudahan saya tidak menjadi juru kunci. Yang penting saya merasa happy saat bermain catur, itu yang terpenting buat saya. Sejak awal kan sudah saya katakan bahwa lawan-lawan di turnamen ini berat-berat," katanya sambil tertawa)


